Wednesday, December 8, 2010

AJAIB KOTA DALAM GOA YANG BERUMUR 800 TAHUN

HBA



Nama kotanya Vardzia, terletak di Georgia di perbatasan Eropa Timur dengan Barat. Kota ini memiliki 13 tingkat dan terdiri dari 6000 bangunan ! Bangunan ini dulunya dibangun oleh seorang ratu dari Georgia berumur 25 tahun, bernama Tamar. Digunakan sebgai tempat persembunyian para pendeta yang diserang oleh bangsa Mongol.

Tau nggak gan, sekarang untuk menuju ke kota tersembunyi ini, kita harus melewati terowongan rahasia yang bermula di sebuah sungai. Selama ratusan tahun, tidak ada seorang pun yang tau kalau kota ini dihuni oleh para pendeta -pendeta pelarian dari Mongol. Sayangnya, gempa pada tahun 1283 meruntuhkan sebagian besar bangunan. Namun sekarang ada beberapa generasi dari pendeta-pendeta tersebut yang masih hidup di sini . Wow!

Gambar-gambarnya nih gan:










MISTERY GOA TERBESAR DAN TER ANGKER DI DUNIA

RADAR JAMBI: TONI.S


Pasti anda pernah mendatang sebuah tempat yang tiba-tiba terasa ada kekuatan magis disekitar anda sehingga menyebabkan  bulu kuduk anda berdiri. Perasaan ini lha juga yang dirasakan oleh penduduk setempat Son Doong Cave, goa terbesar yang terletak terletak di Phong Nha-Ke Bang National Park, Bo Trach Kabupaten, Provinsi Quang Binh, Vietnam. Goa ini mengeluarkan suara-suara aneh sepanjang hari dan ditambah dengan suhu dingin nya benar-benar menyebabkan bulu kuduk penduduk perumahan sekitarnya tersebut merinding.





Suara-suara aneh menciptakan kesan angker terhadap goa ini sehingga penduduk sekitar Phong Nha Ke Bang National Park, Propinsi Quang Binh, Vietnam, tidak berani menginjakkan kakinya ke goa Son Doong tersebut. Kepercayaan akan hal-hal gaib yang terdapat di dalam goa tersebut menakutkan semua penduduk disana.



Khabar mengenai goa misterius ini kemudian sampai ke telinga para ilmuwan Inggris. Para  ilmuwan ini pun mendatangi gua ini untuk mengadakan observasi. Mereka sangat terkejut karena ternyata goa ini maha luas bahkan besarnya lima kali lebih luas daripada goa terbesar di Vietnam, Phong Nha. Lebih terkejut lagi mereka ketika mereka melakukan pengukuran atas goa tersebut, ternyata lebih besar daripada pemegang rekor goa terbesar di dunia , Deer di Malaysia, yang panjang nya hanya 2km, tinggi 100 meter, dan lebar 90 meter. Dengan demikian Son Doong Cave merupakan goa terbesar di dunia dengan panjang sekitar 5 km, tinggi 200 m, dan lebar 150 meter.



Sampai akhirnya tahun lalu, sekelompok ilmuwan Inggris mengungkap �harta terpendam� Vientam. Para peneliti mendatangi Son Doong Cave untuk observasi. Betapa terkejutnya mereka, ternyata goa itu maha luas. Goa ini ternyata lima kali lebih luas dari gaa  terbesar di Vietnam, Phong Nha, bahkan setelah diukur, luasnya jauh lebih besar dari goa terbesar di dunia, Deer di Malaysia.



Bukan hanya itu, para  tim peneliti Inggris dari British Cave Association ini juga berhasil menguak suara-suara aneh yang selama ini ditakuti penduduk. Menurut mereka siulan aneh tersebut disebabkan oleh angin dan sungai bawah tanah yang airnya sangat deras sehingga menggemakan suara-suara aneh itu.



Setelah penemuan spektakuler tersebut, tim ekspedisi Inggris ini melanjutkan penelitian sekitarpegunungan barat provinsi Quang Binh dan mendapatkan penemuan yang luar biasa. Dalam satu bulan eksedisi merea, berhasil ditemukan 20 goa lagi yang dengan demikian berarti di Phong Nha �Ke Bang National Park, terdapat 150 goa.




MURAL YANG UNIK DAN INDAH

RADAR JAMBI: TONI.S
http://erabaru.net/images/stories/7-mural1-big25ags09.jpg
Jari manis panjang dan halus, jari kelingking pendek dan kecil, dari ciri-ciri tersebut, para arkeolog menduga cap tangan pada lukisan dinding prasejarah ini milik seorang seniman perempuan. (DAILYMAIL.UK)


Arkeolog dunia yang meneliti lukisan dinding dalam gua selama ini selalu berpendapat, sebagian besar lukisan dinding tersebut lahir dari tangan seniman pria. Akan tetapi, baru-baru ini para arkeolog dari Universitas Pennsylvania AS dalam artikelnya di majalah National Geographic menyatakan, sesungguhnya banyak dari karya-karya tersebut ternyata hasil karya seniman perempuan.

Menurut pemberitaan “Daily News” Inggris, Profesor Dean R. Snow dari Universitas Pennsylvania setelah meneliti banyak lukisan dinding prasejarah yang ditemukan di Prancis dan Spanyol, mendapati bahwa di samping lukisan-lukisan tersebut ditinggalkan cap telapak tangan yang seharusnya merupakan cap tangan seorang perempuan, dan bukan cap tangan pria seperti yang selama ini diketahui oleh para arkeolog.

Pada 1922, beberapa pemuda berhasil menemukan sebuah lukisan dinding yang indah dan sangat unik di dalam sebuah gua yang disebut Gua Perche Mel di selatan Prancis, yang sempat menggemparkan segenap dunia arkeologi. Di antaranya terdapat lukisan yang bertema kuda “bertutul” merupakan lukisan yang paling menonjol, lukisan tersebut diperkirakan rampung dilukis di dinding itu sekitar 25.000 tahun yang lalu.

Selain didapati mural/lukisan dinding dalam jumlah banyak, para arkeolog juga menemukan banyak cap telapak tangan di dalam dinding gua tersebut, yang pada saat itu diperkirakan sebagai cap telapak tangan pria, dan anggapan tersebut masih dapat diterima hingga saat ini.

Untuk meneliti siapa sebenarnya yang meninggalkan cap telapak tangan tersebut, Profesor Snow memasukkan profil cap telapak tangan di dinding gua tersebut ke dalam komputer, dan setelah membandingkan dengan bentuk tangan orang Eropa masa kini, ternyata perempuan prasejarah memang juga terlibat dalam proses pembuatan lukisan dinding raksasa tersebut.

Tidak hanya itu, Profesor Snow juga meneliti kembali lukisan diding di Gua Kargath, Prancis, dan juga lukisan dinding di Gua El Castillo, Spanyol, yang telah berusia 28.000 tahun, dan hasil yang diperoleh adalah sama.

Profesor Snow mengatakan kepada wartawan, “Kami mendapati pada sebuah cap telapak tangan memiliki jari manis yang panjang dan halus, ini mutlak bukan milik seorang pria. Satunya lagi jari telunjuknya sangat panjang, dengan jari kelingking sangat pendek, ini juga sangat sesuai dengan struktur jari tangan seorang perempuan… Kami memiliki data-data mengenai bagian tangan perempuan Eropa moderen, setelah kami bandingkan dengan seksama, kami meyakini bahwa perempuan prasejarah juga telah membuat lukisan dinding seperti ini dalam jumlah banyak.”

Hasil riset Snow membuktikan peran serta seorang perempuan dalam kebudayaan prasejarah mungkin jauh melampaui yang diperkirakan sebelumnya. Snow berkata, “Meski kami tidak mengetahui bagaimana sebenarnya status seorang seniman perempuan di zaman batu sekitar 40.000 sampai 20.000 tahun silam, namun penemuan kita ini cukup untuk menjelaskan peranan perempuan di bidang seni dan budaya pada zaman itu memiliki posisi atau kedudukan yang tidak bisa dipandang enteng.”

Saat ini penelitian Profesor Snow ini hanya terbatas untuk wilayah Eropa saja, namun ia menyatakan dirinya masih akan meneruskan penelitian lukisan dinding ini di berbagai tempat di seluruh dunia, untuk pada akhir-nya membuktikan kedudukan-seniman perempuan di bidang ini di zaman prasejarah. (Dajiyuan/lie)Arkeolog dunia yang meneliti lukisan dinding dalam gua selama ini selalu berpendapat, sebagian besar lukisan dinding tersebut lahir dari tangan seniman pria. Akan tetapi, baru-baru ini para arkeolog dari Universitas Pennsylvania AS dalam artikelnya di majalah National Geographic menyatakan, sesungguhnya banyak dari karya-karya tersebut ternyata hasil karya seniman perempuan.

Menurut pemberitaan “Daily News” Inggris, Profesor Dean R. Snow dari Universitas Pennsylvania setelah meneliti banyak lukisan dinding prasejarah yang ditemukan di Prancis dan Spanyol, mendapati bahwa di samping lukisan-lukisan tersebut ditinggalkan cap telapak tangan yang seharusnya merupakan cap tangan seorang perempuan, dan bukan cap tangan pria seperti yang selama ini diketahui oleh para arkeolog.

Pada 1922, beberapa pemuda berhasil menemukan sebuah lukisan dinding yang indah dan sangat unik di dalam sebuah gua yang disebut Gua Perche Mel di selatan Prancis, yang sempat menggemparkan segenap dunia arkeologi. Di antaranya terdapat lukisan yang bertema kuda “bertutul” merupakan lukisan yang paling menonjol, lukisan tersebut diperkirakan rampung dilukis di dinding itu sekitar 25.000 tahun yang lalu.

Selain didapati mural/lukisan dinding dalam jumlah banyak, para arkeolog juga menemukan banyak cap telapak tangan di dalam dinding gua tersebut, yang pada saat itu diperkirakan sebagai cap telapak tangan pria, dan anggapan tersebut masih dapat diterima hingga saat ini.

Untuk meneliti siapa sebenarnya yang meninggalkan cap telapak tangan tersebut, Profesor Snow memasukkan profil cap telapak tangan di dinding gua tersebut ke dalam komputer, dan setelah membandingkan dengan bentuk tangan orang Eropa masa kini, ternyata perempuan prasejarah memang juga terlibat dalam proses pembuatan lukisan dinding raksasa tersebut.

Tidak hanya itu, Profesor Snow juga meneliti kembali lukisan diding di Gua Kargath, Prancis, dan juga lukisan dinding di Gua El Castillo, Spanyol, yang telah berusia 28.000 tahun, dan hasil yang diperoleh adalah sama.

Profesor Snow mengatakan kepada wartawan, “Kami mendapati pada sebuah cap telapak tangan memiliki jari manis yang panjang dan halus, ini mutlak bukan milik seorang pria. Satunya lagi jari telunjuknya sangat panjang, dengan jari kelingking sangat pendek, ini juga sangat sesuai dengan struktur jari tangan seorang perempuan… Kami memiliki data-data mengenai bagian tangan perempuan Eropa moderen, setelah kami bandingkan dengan seksama, kami meyakini bahwa perempuan prasejarah juga telah membuat lukisan dinding seperti ini dalam jumlah banyak.”

Hasil riset Snow membuktikan peran serta seorang perempuan dalam kebudayaan prasejarah mungkin jauh melampaui yang diperkirakan sebelumnya. Snow berkata, “Meski kami tidak mengetahui bagaimana sebenarnya status seorang seniman perempuan di zaman batu sekitar 40.000 sampai 20.000 tahun silam, namun penemuan kita ini cukup untuk menjelaskan peranan perempuan di bidang seni dan budaya pada zaman itu memiliki posisi atau kedudukan yang tidak bisa dipandang enteng.”

Saat ini penelitian Profesor Snow ini hanya terbatas untuk wilayah Eropa saja, namun ia menyatakan dirinya masih akan meneruskan penelitian lukisan dinding ini di berbagai tempat di seluruh dunia, untuk pada akhir-nya membuktikan kedudukan-seniman perempuan di bidang ini di zaman prasejarah.

INILAH 10 TEKNOLOGI TERCANGGIH SAAT INI

RADAR JAMBI: TONI.S


Ini dia teknologi2 yang paling canggih di abad ini,  ... Kemajuan teknologi terus berkembang pesat dan membuahkan alat-alat canggih. Bahkan yang dahulunya hanya sebatas mimpi dan khayalan kini bisa terwujud dan menjadi kenyataan! Inilah sebagian kecil teknologi canggih di dunia pada saat ini. 1. Quantum Teleporter



Q-Teleportation telah berhasil pada objek yang lebih kecil berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. “Kami bisa melakukan ekesperimen quantum teleportation untuk pertama kalinya di luar laboratorium universitas,” kata Rupert Ursin, peneliti Institute if Experimental Physics, Universitas Vienna, Austria. Pada Q-Teleportation, quantum pada objek dihancurkan dan dibuat kembali. Oleh karena itu, Q-Teleportation tidak bisa memindahkan benda hidup maupun mati secara keseluruhan fisik. Alat ini “menciptakan” replika benda sebelumnya pada posisi di tempat lain dan benda sebelumnya akan “menghilang” selama replikanya diciptakan.



ZCam™ merupakan kamera video yang bisa merekam informasi hingga ke dalam bagian objek (yang biasa digunakan untuk membuat model 3D) video dan kemudian diproduksi oleh 3DV Systems. Teknologi ini berbasiskan prinsip “Time of Flight ”. Pada teknik ini, data ukuran 3D didapatkan dengan cara mengirim gelombang infra merah ke dalam scene video dan mendeteksi cahaya yang direfleksikan oleh permukaan objek pada scene video. Dengan menggunakan variabel waktu yang ditempuh oleh gelombang infra merah untuk mencapai objek target dan saat kembali, jarak bisa dihitung dan kemudian digunakan untuk membuat informasi 3D dari semua objek pada scene. 3. Lightsaber (Pedang Laser)



Yang kita ketahui, pedang ini hanyalah hasil “karya: pada film-film sains fiksi belaka!! Lightsaber terdiri dari logam dan mata pedang berupa plasma sepanjang 1 meter. Lightsaber ini bisa memotong objek tanpa perlawanan sedikitpun. Bisa meninggalkan luka bakar pada kulit manusia. Tapi pedang ini bisa ditangkis, namun dengan pedang lightsaber pula, bisa juga ditangkis dengan perisai.
4.



Jetpack, juga termasuk alat yang banyak kita temukan di film sains fiksi, yang mana alat ini menggunakan jet yang melepaskan gas (bisa juga air) dan kemudian “menerbangkan” penggunanya. TAM adalah perusahaan pertama dan satu-satunya di dunia yang memproduksi paket lengkap kostum yang didesain oleh Rocket Belt menggunakan mutakhir dan juga material aerospace dengan mesin penyulingan khusus untuk memproduksi bahan bakar Hidrogen Peroksida jet anda.



Military exoskeleton merupakan sejenis rangka luar bertenaga hidrolik yang dipasang pada militer dan bisa mengangkat hingga 100 kg benda untuk jangka waktu yang lama dan bisa sambil mengelilingi suatu area pula. Desainnya yang fleksibel memungkinkan pengguna untuk berjongkok, bergerak pelan dan “mengangkat” ke atas. Tidak ada joystick maupun mekanisme kontrol lainnya. Kontrolnya menggunakan indra manusia.



“Mobil terbang” ini disebut “The Highway in the Sky”. Jika tiap waktu agan terjebak macet, maka dengan menggunakan flying car ini agan bisa berputar dan menukik di angkasa agar bisa sampai di tujuan dengan cepat.

7. Flying Saucer

Ini adalah model kendaraan udara tak berawak dengan bentuk cawan (mirip pesawat UFO uy) yang dibuat oleh sebuah perusahaan di Inggris bernama Aesir.

8. Virtual Goggles



Teknologi telah membawa dunia virtual ke dalam komputer kita sejak lama. Tapi, dunia vir tual tersbut sekarang bisa disaksikan di rumah kita. Sebuah ekseprimen yang tel ah dilakukan selama beberapa dekade, sekarang telah menjadi kenyataan.



Pada gambar di atas, wanita tsb sedang menggunakan device berteknologi virtual bernama iWear VR920 dari perusahaan Icuiti. Alat tsb bisa berfungsi sebagai output video juga sebagai gaming console.

1 JAM MENDENGAR iPOT BISA MERUSAK PENDENGARAN ANDA

RADAR JAMBI: TONI.S

http://2.bp.blogspot.com/__ilGsQcnGTY/TPgemCygT2I/AAAAAAAAA1s/DXz5qyL-yhg/s1600/news-graphics-2008-_437909a.jpg

Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa mendengarkan musik pada earphone selama satu jam dapat berdampak pada pendengaran seseorang karena menyebabkan kerusakan pada sel-sel rambut telinga luar.

Semakin meningkatnya popularitas dan ketersediaan pemutar musik portabel telah menyebabkan keprihatinan mengenai potensial bahaya yang berdampak pada pendengaran. Karena itulah, lewat suatu riset, sekelompok peneliti dari Gent University, Belgia, melakukan pengujian pendengaran terhadap hampir 60 partisipan muda.

Para partisipan dibagi dalam dua kelompok. Sebanyak 21 partisipan laki-laki dan perempuan berusia 19 hingga 28 diminta mendengarkan musik beraliran pop dan rock di enam sesi yang berbeda, menggunakan dua jenis headphone yang terhubung ke pemutar MP3 dengan volume yang bervariasi.

Sementara kelompok kedua, yang terdiri dari 28 lelaki dan perempuan bertindak sebagai kelompok pengontrol, untuk membandingkan hasil penelitian. Pendengaran pada kedua kelompok itu kemudian dievaluasi sebelum dan setelah satu jam. Tes ini sengaja dirancang untuk mengetahui efek jangka pendek pada sistem pendengaran kaum muda yang mendengarkan pemutar MP3 selama satu jam.

Hasilinya, peneliti menemukan adanya perubahan ambang pendengaran atau emisi yang signifikan di hampir setiap sesi paparan kebisingan dibandingkan dengan kelompok pengontrol.

"Telah diketahui bahwa paparan kebisingan yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan,” ujar Dr Hannah Kempler, seperti yang dlansir dari Telegraph.

Menurutnya, paparan kebisingan yang berlebihan dapat menyebabkan efek metabolisme dan mekanis yang mengakibatkan perubahan unsur-unsur struktural pada organ Corti atau bagian dalam telinga yang berisi sel-sel indera pendengaran atau sel-sel rambut.

"Kerusakan utama terkonsentrasi pada sel-sel rambut luar, yang lebih rentan rentan terhadap stimulasi akustik berlebih dibandingkan sel-sel rambut dalam” tandas Dr Hannah, yang telah menerbitkan penelitianya dalam jurnal Archives of Otolaryngology-Head & Neck Surgery.

Para peneliti menyimpulkan bahwa mengingat terjadinya penurunan sensitivitas pendengaran setelah mendengarkan pemutar portable media player, maka perangkat ini bisa berpotensi membahayakan

No comments:

Post a Comment