Saturday, January 1, 2011

HBA

SISA ORGAN KITA DARI ZAMAN EVOLUSI

RADAR JAMBI:TONI.S
Mekanisme seleksi alam memainkan peranan penting dalam perkembangan manusia. Proses yang sangat rumit tersebut menghasilkan manusia modern seperti saat ini, namun menyisakan beberapa bentuk anatomis (organ) dan fungsi-fungsi yang masih belum jelas kegunaannya pada tubuh manusia.

Berikut merupakan sepuluh sisa perubahan pada manusia namun tidak memainkan peranan penting.


1. Usus buntu (appendiks)
Usus buntu merupakan organ yang tidak memiliki fungsi pada manusia namun justru sering menimbulkan masalah berupa peradangan (appendisitis) sehingga harus dibuang secara bedah.


Walau fungsinya masih terus diselidiki, banyak ahli sepakat bahwa usus buntu berguna dalam pencernaan selulosa (suatu karbohidrat rantai panjang yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan) pada manusia purba.

Seiring dengan berjalannya perubahan pola makan manusia, usus buntu menjadi tidak berguna lagi. Uniknya, beberapa ahli percaya bahwa seleksi alam memilih untuk mempertahankan usus buntu yang berukuran besar (dibanding yang ada pada kita saat ini) karena lebih jarang mengalami peradangan.




2. Tulang koksigeal (os.coccys)
Tulang koksigeal sering disebut-sebut sebagai ekor manusia. Teori evolusi Darwin (yang terus menimbulkan kontroversi) menyebutkan bahwa manusia berekor seiring evolusi mengalami kehilangan ekor dan menyisakan tulang koksigeal.

Beberapa fungsi tulang koksigeal yang diketahui saat ini adalah untuk menunjang beberapa otot bagian belakang dan menopang pada saat duduk dan memiringkan badan. Selain itu tulang koksigeal juga menopang posisi anus.




3. Kelopak mata ketiga
Jika kita mengamati seekor kucing mengedip, kita dapat melihat adanya sebuah membran tipis melintang di matanya, yang disebut sebagai kelopak mata ketiga. Hal ini jarang ditemukan pada mamalia, namun banyak terdapat pada burung, reptil dan ikan.


Manusia juga, secara bervariasi, memiliki sisa-sisa dari kelopak mata ketiga (lihat gambar di atas) namun tidak memiliki fungsi. Hanya ada satu spesies primata yang memiliki kelopak mata ketiga yang fungsional, yaitu Calabar angwantibo yang hidup di Afrika Barat.




4. Gigi geraham tambahan (molar 3)
Dahulu manusia purba mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan dalam jumlah besar dan dengan cepat untuk memenuhi kebutuhannya dalam sehari. Untuk itu maka terdapat set gigi geraham tambahan (terletak paling belakang) sehingga membuat proses mengunyah menjadi lebih produktif.


Namun seiring dengan evolusi (dan perubahan pola makan manusia) maka rahang manusia menjadi lebih kecil dan gigi geraham tambahan tersebut menjadi tidak berguna. Pada populasi tertentu, gigi geraham tambahan ini sudah tidak ditemukan lagi, meskipun ada juga yang masih memilikinya.





5. Otot plantaris (m.plantaris)
Otot plantaris awalnya digunakan oleh hewan untuk menggenggam dan memanipulasi objek dengan kaki, seperti seekor kera yang menggunakan kakinya untuk mengupas buah dll.


Manusia juga memiliki otot ini namun tidak berkembang dengan maksimal, sehingga dokter sering menggunakan otot ini untuk menambal pada proses bedah rekonstruksi. Otot ini tidak begitu penting sehingga 9% manusia dilahirkan tanpa otot ini lagi.


6. Otot telinga (m.auricularis)
Disebut juga sebagai otot telinga luar, otot auricularis sering digunakan oleh hewan untuk memutar dan menggerakkan telinganya (tanpa menggerakkan kepalanya) dengan tujuan memfokuskan terhadap suara tertentu.


Manusia juga masih memiliki otot ini namun kita jarang sekali digunakan. Otot ini begitu lemah sehingga kita hanya mampu membuat gerakan lemah pada telinga walau dengan susah payah. Kita bisa melihat penggunaan otot ini pada kucing, di mana mereka sering kali membalikkan telinganya untuk fokus terhadap mangsa yang diincarnya.




7. Junk DNA (L-gulonolactone oxidase)
DNA ini merupakan DNA yang tidak bisa digunakan untuk metabolisme / produksi. Pada awalnya manusia memiliki DNA ini untuk menghasilkan enzim yang memproses vitamin C (disebut: L-gulonolactone oxidase).


Kebanyakan spesies hewan lain juga memiliki DNA ini, namun sama seperti manusia, DNA ini menjadi nonfungsional sehingga menjadi DNA “sampah”. Yang menarik, adanya DNA ini menjadi petunjuk adanya kekerabatan spesies di muka bumi ini.
.




8. Organ Jacobson (vomeronasal)
Organ ini terletak di hidung dan berfungsi dalam mendeteksi feromon (zat kimia yang merangsang panggilan seksual, sebagai peringatan bahaya, atau sebagai penunjuk adanya makanan).


Organ ini masih terdapat pada spesies hewan (seperti semut) dan digunakan untuk berbagai hal, misalnya untuk mencari pasangan atau mengumpulkan makanan.

Manusia juga pada awalnya memiliki organ Jacobson, namun seiring berjalannya waktu organ ini menjadi nonfungsional sehingga manusia tidak dapat mengandalkan organ ini untuk menemukan pasangan.

KENAPA KAMIS SEBAGAI HARI TERBAIK UNTUK BERHUBUNGAN INTIM

RADAR JAMBI:TONI.S

img

Banyak orang membenci hari Senin karena harus kembali ke rutinitas dan sebaliknya menanti hari Jumat untuk segera mengakhiri segala rutinitas yang ada. Namun apapun harinya, selalu ada hal yang terbaik untuk dilakukan, termasuk berhubungan seksual. Hari kamis adalah hari terbaik untuk melakukan hubungan seksual. Mengapa?

Menurut penelitian terbaru dari London School of Economics, hari apapun dapat menjadi maksimal dalam melakukan kegiatan apapun.

Seperti dilansir dari Thesun, Jumat (15/10/2010), berikut hal-hal terbaik yang dapat dilakukan pada hari tertentu:

Senin, hari terbaik untuk menghilangkan stres
Carilah waktu untuk bersantai di hari Senin. Sebuah studi di British Medical Journal menunjukkan bahwa 20 persen orang lebih mungkin meninggal karena serangan jantung di hari Senin. Hal ini akan semakin diperburuk bila seseorang menghabiskan waktu akhir pekan untuk minum-minum alkohol dan kembali stres bekerja di hari Senin.

Selasa, hari terbaik untuk membuat daftar tugas
Berdasarkan hasil survei Gallup, orang-orang pekerja akan sangat produktif di hari Selasa. Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 39 persen pekerja tidak produktif di hari Senin, sehingga hari Selasa Anda harus membuat daftar tugas.

Sedangkan menurut survei kesehatan GfK NOP, di hari Selasa sedikit orang yang melakukan hubungan seksual karena terlalu sibuk dengan rutinitas.

Rabu, hari terbaik untuk mencari cinta
Berdasarkan hasil survei, 40 persen dari 8.000 partisipan lajang menganggap bahwa hari Rabu merupakan hari terbaik untuk melakukan kencan pertama. Hal ini karena bila kencan pertama berjalan lancar, maka ada 'waktu bernapas' satu hari sebelum melanjutkan kencan berikutnya di hari Jumat dan akhir pekan.

Kamis, hari terbaik untuk berhubungan seksual
Berdasarkan penelitian, tingkat energi kortisol alami yang merangsang hormon seks berada di titik puncak pada hari Kamis. Aturlah jam alarm Anda agar terbangun dan siap untuk melakukan hubungan seks di pagi hari Kamis. Hari ini adalah ketika hormon seks testosteron pada pria dan estrogen pada wanita lima kali lebih tinggi dari biasa.

Jumat, hari terbaik untuk berhenti merokok
Menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat, mematikan rokok di hari Jumat akan membuat orang mampu bertahan dari godaan merokok di akhir pekan. Hal ini karena Jumat merupakan hari pertama ketika orang sedang berada di tekad yang kuat untuk dapat berhenti merokok.

Sabtu, hari terbaik untuk tetap sadar
Menurut British Medical Journal, ada hampir 70 persen orang masuk rumah sakit di hari Sabtu karena penyalahgunaan alkohol yang berlebihan ketimbang hari-hari lainnya.

Minggu, hari terbaik untuk bersantai
Di akhir pekan, saatnya menghilangkan semua lelah dan bersantai bersama keluarga. Carilah tempat untuk berlibur dan bersantai. Hal ini baik untuk mempersiapkan energi kembali untuk memulai beraktifitas di hari Senin. Hindari konsumsi alkohol atau begadang di hari Minggu, karena Anda harus tetap kembali bekerja di hari Senin.
0 komentar

No comments:

Post a Comment